Cara Nerangin ‘Ngabuburit’ Ke Bule Dalam Bahasa Inggris

Sore-sore menunggu waktu berbuka puasa Ramadhan memang nikmat kalau dilakukan sambil jalan-jalan sore. Sekalian mencari makanan yang manis-manis untuk berbuka.

Kalau Anda tinggal di Indonesia, momen ‘ngabuburit‘ seperti ini memang tak tergantikan. Apalagi dilakukan bersama keluarga atau orang-orang dekat Anda.

Sebenarnya istilah ‘ngabuburit’ berasal dari bahasa Sunda yang mempunyai makna kegiatan menunggu waktu sore. Dan kian populer pada saat bulan Ramadhan karena tradisi masyarakat Indonesia yang gemar jalan-jalan sore sekedar mencari udara segar maupun mencari makanan untuk berbuka puasa yang banyak dijajakan pedagang.

Tapi bayangkan ketika Anda pas berada di luar negeri. Dimana mayoritas penduduknya bukan beragama Islam. Waktu Anda hendak keluar rumah atau apartemen, seorang kawan bule mendadak bertanya, “Hi Sri, where are you going?”

Oh. Eemmm..anu..mmm.. I want to ‘ngabuburit.'” 

“What?”

Ehehehe..

Continue reading

Buka Puasa Itu Bukan ‘Breakfasting’, Tapi…

bahasa inggrisnya buka puasaBagi Anda yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan, pastinya tadi sebelum shubuh sudah bangun makan sahur, lanjut sholat Shubuh. Terus beraktivitas seharian, dan nanti sore siap-siap berbuka puasa.

Ngomong-ngomong menu buka puasa Anda nanti apa nih?

By the way, buat Anda yang berencana berburu takjil nanti sore, tetap terapkan physical distancing ya, karena di bulan Ramadhan saat ini, tidak sama dengan sebelumnya. Dengan adanya pandemi yang masih berlangsung hingga saat artikel ini ditulis dan diposting, kita wajib meningkatkan kewaspadaan. Harus lebih berhati-hati dengan lebih menjaga diri dan kesehatan.

Ngobrolin bulan puasa, sesuai tradisi warganet Indonesia, saya yakin tiap sore nanti  dunia sosmed juga akan riuh dengan postingan-postingan kalimat ucapan berbuka puasa, yang beberapa diantaranya juga disampaikan dalam bahasa Inggris. Mantab!

Tapi…,

Masih banyak yang belum pas.

Continue reading

At the Bookshop (Conversation)

belajar percakapan bahasa inggrisA customer needs something at a bookshop. The shopkeeper is trying to help her. (Seorang pelanggan membutuhkan sesuatu di sebuah toko buku. Penjaga toko berusaha membantunya.)

  • Shopkeeper : Good morning Ma’am. How may I help you? (Selamat pagi. Ada yang bisa saya bantu?)
  • Customer : I’m looking for English Grammar books. (Saya mencari buku grammar             bahasa Inggris.)
  • Shopkeeper : I see. Well, we have lots of English Grammar books in language section. Which one do you want? (Begitu ya. Well, kami punya banyak buku grammar bahasa Inggris di bagian bahasa. Yang mana yang Anda mau?)
  • Customer : Do you have an intermediate Grammar book? (Apa Anda punya buku             grammar untuk tingkat menengah?)
  • Shopkeeper : Yes, I think we have some. Is there any specific author you want? (Ya, saya kira kami punya beberapa. Apa ada penulis khusus yang Anda mau?)

Continue reading

Do VS Does

JIka Anda sedang belajar bahasa Inggris dan sudah bisa membuat kalimat tanya ataupun langsung bertanya ke orang, pasti familiar dengan kata ‘Do‘ dan ‘Does‘, betul? Sebetulnya ‘Do‘ dan ‘Does‘ ini adalah kata kerja bantu (auxiliary verb) dalam bahasa Inggris yang dipakai dalam Simple Present Tense dan biasanya diletakkan di awal kalimat tanya sebelum subyek. Kurang lebih bisa diartikan: ‘Apakah‘.

Kata kerja bantu ‘Do’

Contoh:

  • Kalimat afirmatif :  You check email everyday.  (Anda mengecek email setiap hari.)
  • Kalimat tanya      :  Do you check email everyday?  (Apakah Anda mengecek email setiap hari?)

Nah, seperti yang Anda lihat di atas, kata kerja bantu ‘Do‘ kita letakkan di depan kalimat afirmatif saat membuat kalimat tanya, sebelum subyeknya. Terus, subyek apa saja yang kata kerja bantunya memakai ‘Do‘?

Continue reading

error: Content is protected !!