Learning English by ‘hitting, shooting, and shouting’!

Siang itu, sembari melangkah di selasar sebuah mall di Surabaya, saya melewati persewaan Online Game. Sebenarnya hal yang biasa saja, namun hari itu ada kejadian yang cukup menarik perhatian saya. Sebenarnya bukan apa yang saya lihat, tapi dengan apa yang saya dengar.

Ya, dari dalamnya terdengar celotehan-celotehan bahkan sesekali teriakan anak-anak dalam bahasa Inggris. Ya, benar, bahasa Inggris. "Oh man, I'm dead!", Hey, peluruku abis. Gimmi your ammo!", "Shoot, shoot!"

Kelihatannya mereka sedang asyik bermain online games. Memang hanya secuil kalimat atau beberapa kata saja yang mereka gunakan dalam bahasa Inggris. Tapi hal itu sudah cukup membuat saya lebih yakin tentang salah satu sisi positif dari bermain games (yang tentunya berbasis bahasa Inggris dalam hal ini).

belajar bahasa inggris dengan gamesHmm.. Pernahkah terpikir bahwa membiarkan anak untuk bermain permainan baik di Playstation maupun di computer dapat membantu perkembangan kemampuan bahasa Inggrisnya?

Memang semua ada sisi baik dan buruknya. Namun jika orang tua dapat memberikan pengertian kepada putra-putrinya untuk memilih games yang baik serta mendampingi di awal-awal, permainan konsol merupakan alternative yang menyenangkan bagi anak-anak untuk mengenal dan memahami bahasa Inggris, terutama  reading dan listening.

Anak-anak dapat bermain sekaligus belajar. Faktor ketertarikan akan menjadi dorongan bagi anak-anak untuk menguasai kosakata dan pengucapannya.

Namun tidak semua permainan cocok untuk pembelajaran. Permainan yang sangat membantu dalam pengembangan kemampuan berbahasa adalah yang ber-genre Role Playing Game (RPG) atau Adventure (petualangan). Berbeda dengan permainan platform atau fighting biasa, kedua genre ini membutuhkan kemampuan untuk memahami bahasa agar dapat terus bermain.

Bagaimana permainan dari kedua genre itu dapat membantu kemampuan bahasa Inggris anak-anak? RPG adalah sebuah permainan yang para pemainnya memainkan peran tokoh-tokoh khayalan dan menjalani sebuah cerita yang telah ditetapkan oleh pembuatnya.

Dalam permainan RPG, anak akan harus berinteraksi dengan karakter-karakter di dalamnya dan tentu saja dengan menggunakan bahasa Inggris, tanpa memahami bahasanya, akan susah bagi anak untuk menyelesaikan permainan tersebut.

belajar bahasa inggris menggunakan gamesHal yang sama juga berlaku pada game petualangan. Sebuah game petualangan adalah jenis game komputer yang mirip dengan film. Selalu ada cerita dan karakter utama (biasanya seseorang, seperti detektif atau bajak laut).

Perbedaannya adalah bahwa anak tidak hanya menonton anak mengendalikan karakter utama.

Anak menggunakan mouse atau keyboard, dan karakter Anak bergerak di sekitar dalam permainan dunia, melihat banyak hal, mengambil barang-barang di sana, menggunakan mereka, dan berbicara kepada karakter lain. Karakter yang dipilih juga berbicara kepada pemainnya.

Sebagai contoh, ketika anak mengatakan dia melihat sesuatu, karakternya akan memberitahu apa yang dilihatnya. Anak kemudian dapat menggunakan informasi ini untuk memutuskan apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Terus, bagaimana bisa kedua genre  ini  baik untuk pembelajaran bahasa Inggris Anak?

Karena kedua genre ini adalah pilihan yang ideal, karena mereka didasarkan pada dialog. Karakter berbicara kepada dirinya sendiri dan berbicara dengan karakter lain. Semuanya tergantung pada dialog.

Ketika memainkan game seperti ini  anak memprogram otaknya dengan bahasa Inggris yang baik. Anak akan berkutat dengan sejumlah besar kalimat , percakapan bahasa Inggris yang sebenarnya. Kalimat-kalimat ini tidak hanya berbicara (seperti di TV).

Dalam game petualangan anak juga dapat mengaktifkan sub judul. Jika anak melakukannya, anak akan mendengar pengucapan dan melihat ejaan pada saat yang sama. Akibatnya, kalimat menempel di kepala Anak lebih kuat, dan Anak mendapatkan kemampuan untuk menghasilkan kalimat-kalimat yang sama diri sendiri.

Permainan-permainan itu meningkatkan pemahaman Anak tentang bahasa Inggris lisan. Dalam game petualangan modern, Anak dapat mendengar semua karakter berbahasa Inggris yang nyata. Dialog ini lebih mudah untuk memahami daripada di film: lebih lambat, jelas, dan Anak seringkali dapat menghentikan aksi dan mendengarkan kalimat lagi. Oleh karena itu, bermain permainan petualangan adalah praktek mendengarkan yang sangat baik.

Game ini dapat juga meningkatkan pengucapan Anak. Mendengarkan bahasa Inggris lisan yang baik adalah cara yang baik untuk pengucapan Anak.

belajar bahasa inggris dengan video gamesPermainan semacam ini juga meningkatkan motivasi Anak. Ketika anak memainkan game semacam ini, ia berada dalam situasi di mana mengetahui bahasa Inggris membuatnya dapat bermain dengan baik.

Jika anak dapat memahami dialog, ia tahu apa yang terjadi di dalam permainan. Hal ini membantunya memecahkan teka-teki. Anak-anak pun dapat bersenang-senang

Salah satu teknik yang berguna untuk bermain kedua genre game ini sangat sederhana: menggunakan kamus. Dengan mem-pause game, anak dapat mencari kata-kata bahasa Inggris baru di kamus.

Anak akan memahami lebih dari permainan, dan tentu saja anak akan mempelajari beberapa kosa kata baru dalam bahasa Inggris.

Jika Anak benar-benar termotivasi untuk belajar bahasa Inggris, ia dapat menuliskan semua kata-kata baru tersebut sehingga ia akan dapat mengingatnya selamanya.  Untuk melatih pemahaman anak tentang bahasa Inggris lisan, anak dapat memutar permainan tanpa teks. Agar dapat bermain, anak harus memahami bahasa lisan.

Pada awalnya, anak pasti akan memiliki masalah, tetapi anak akan berkembang menjadi lebih baik. Perhatikan bahwa bila menggunakan teknik ini, akan sulit untuk mencari kata-kata dalam kamus, karena Anak tidak akan melihat kata-kata di layar, anak hanya akan dapat mendengarkan.

Memanfaatkan permainan petualangan dan RPG  adalah apa yang saya lakukan ketika saya belajar bahasa Inggris di sekolah menengah pertama, dan yang juga terjadi pada murid serta keponakan saya. Bahkan keponakan saya yang pada saat itu masih belum bersekolah jadi mampu berbahasa Inggris secara alami meskipun hanya melihat saya memainkan permainan tersebut. Ini membuktikan bahwa belajar dan bermain dapat dilakukan secara bersamaan.

Bagaimana menurut Anda? 🙂

Written by Ms. Indah Wijayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *