Simple Tenses (Past, Present, Future)

Dalam belajar bahasa Inggris, tenses termasuk menjadi momok bagi sebagian orang. Serem ya?

Kenapa?

Karena di bahasa Inggris, untuk ngomong saat sekarang, kemarin dan esok bisa jadi BERBEDA bentuk kata kerja (verb)-nya. Bahasa Indonesia lebih mudah menurut kita.

Padahal belajar tenses nggak seseram itu kok. Apalagi yang namanya simple tenses ini. Dari namanya saja simple alias SEDERHANA, ya kan?

belajar bahasa inggris simple tensesAlih-alih yang ruwet duluan justru isi pikiran kita hehe.

Jadi, pertama-tama yang perlu Anda yakini adalah belajar tenses ini begitu simple karena simple tenses ini masih dasar.

Kedua, setelah yakin bahwa belajar tenses itu simple, yang perlu Anda ingat adalah soal waktu atau timing.

Yup! Belajar tenses bukan sekadar belajar bicara bahasa Inggris dengan tata cara yang benar, tapi juga belajar memahami waktu. Seluruh manusia di berbagai belahan bumi sepakat bahwa waktu atau masa terbagi menjadi tiga, yaitu masa lalu (past), masa sekarang (present), dan masa depan (future). Nah, sekarang saatnya kita urai satu per satu.

Tenses yang pertama akan kita pelajari adalah simple present (ada juga yang menulis present simple). Kenapa harus simple present duluan? Kok nggak sesuai urutannya, past dulu baru present? Ya sebenarnya tidak ada aturan yang mana harus dipelajari lebih dulu. Sama saja.

Okay, kita mulai ya.

1. Simple Present

Sekali lagi, belajar tenses berarti belajar memahami waktu. Aduh, mau ngomong aja pake mikir waktunya, repot amat ya??! No! Repot atau rumit itu sebenarnya terlebih dahulu menghantui pikiran Anda bahkan sebelum Anda mulai belajar memahami tenses ini. For sure. This one is so simple, as simple as its name.

Simple present digunakan untuk menjelaskan hobi, rutinitas, fakta umum, dan memberikan instruksi atau petunjuk. Dalam simple present, ada dua jenis kalimat yang disebut verbal sentence dan nominal sentence. Formulanya sebagai berikut:

Verbal sentence     --> S+V1+O
Nominal sentence --> S+be+complement

Sesuai namanya, verbal sentence adalah kalimat yang mengandung verb atau kata kerja, sedangkan nominal sentence adalah kalimat yang mengandung 'be'. Oke deh kita simak contoh berikut.

  • Verbal Sentence
Affirmative (+) Negative (-) Interrogative (?)
I have a dream. I do not have a dream. Do I have a dream?
He likes chocolate. He does not like chocolate. Does he like chocolate?

Catatan:

  1. Untuk subyek jamak (I, you, they, we) atau mudahnya disingkat “ayudewe”, kata kerja (verb) yang digunakan adalah V1.
  2. Untuk subyek tunggal (he, she, it), kata kerja (verb) yang digunakan adalah V1+s/es. Sebagai tambahan, kata kerja berakhiran huruf konsonan ditambah “s”, sedangkan kata kerja berakhiran huruf vokal ditambah “es”.
  3. Untuk subyek jamak (I, you, they we), pada negative sentence ditambahkan kata kerja bantu (auxiliary) do+not (don’t).
  4. Untuk subyek tunggal (he, she, it), pada negative sentence ditambahkan kata kerja bantu (auxiliary) does+not (doesn’t).
  5. Untuk interrogative sentence (yes/no question), kalimat diawali dengan auxiliary (do/does).
  6. Kalimat bisa ditambah keterangan waktu seperti always, every..., twice a week, three times a month, etc yang menunjukkan rutinitas.
  • Nominal Sentence
Affirmative (+) Negative (-) Interrogative (?)
You are tall. You are not tall. Are you tall?
She is a florist. She is not a florist. Is she a florist?

Catatan:

  1. Untuk subyek I, “be” yang digunakan adalah am.
  2. Untuk subyek jamak (you, they we), “be” yang digunakan adalah are.
  3. Untuk subyek tunggal (he, she, it), “be” yang digunakan adalah is.
  4. Untuk negative sentence, “be+not”
  5. Untuk interrogative sentence (yes/no question), kalimat diawali dengan be
  6. Kalimat bisa ditambah keterangan waktu seperti always, every..., twice a week, three times a month, etc yang menunjukkan rutinitas

 

2. Simple Past

Untuk Anda yang suka menulis diary atau caption foto di media sosial, simple past ini tepat sekali untuk diterapkan. Pasalnya simple past tense digunakan untuk menyatakan suatu kejadian atau keadaan di MASA LAMPAU.

Masih dalam keluarga “simple”, simple past ini tidak jauh berbeda dengan simple present dari segi rumus. Ada verbal dan nominal sentence.

Bedanya, verb atau kata kerja yang digunakan adalah kata kerja bentuk kedua (V2). Begitu pula untuk “be” pada nominal sentence, yang digunakan berbeda dengan “be” pada simple present.

Verbal sentence     --> S+V2+O
Nominal sentence --> S+be+complement

 

  • Verbal Sentence
Affirmative (+) Negative (-) Interrogative (?)
They ate fried rice They did not eat fried rice Did they eat fried rice?
We lived in Surabaya We did not live in Surabaya Did we live in Surabaya?

Catatan:

  1. Untuk negative sentence, ditambahkan kata kerja bantu (auxiliary) did+not (didn’t) dan verb kembali menjadi V1.
  2. Untuk interrogative sentence (yes/no question), kalimat diawali dengan auxiliary (did) dan verb kembali menjadi V1.
  3. V2 memiliki 2 bentuk yaitu reguler verb dan irreguler verb.
  4. Kalimat bisa ditambah keterangan waktu seperti yesterday, ...ago, last... in...(year), on...(month), etc yang menunjukkan masa lampau.

 

  • Nominal Sentence
Affirmative (+) Negative (-) Interrogative (?)
Lily was a teacher. Lily was not a teacher. Was Lily a teacher?
Moza and Robert were angry. Moza and Robert were not angry. Were Moza and Robert angry?

 Catatan:

  1. Untuk subyek jamak (you, they we), “be” yang digunakan adalah were.
  2. Untuk subyek tunggal (I, he, she, it), “be” yang digunakan adalah was.
  3. Untuk negative sentence, “be+not”.
  4. Untuk interrogative sentence (yes/no question), kalimat diawali dengan “be”.
  5. Kalimat bisa ditambah keterangan waktu seperti yesterday, ...ago, last... in...(year), on...(month), etc yang menunjukkan masa lampau.

 

3. Simple Future

Sekarang, waktunya berangan-angan. Yey! Lebih tepatnya merencanakan masa depan ya. *kalau ngomong masa depan kesannya gimana gitu padahal 1 detik kemudian juga sudah jadi masa depa 😉

Dengan simple future ini, Anda bisa mengungkapkan apa saja yang ingin Anda lakukan di HARI ESOK (esok bisa berarti besok, 2 hari lagi, minggu depan, bulan depan, tahun depan, dan seterusnya).

Sudah jelas ya kegunaan tense yang satu ini. Meski masih masuk dalam keluarga simple, nyatanya future ini yang paling beda dari kedua saudaranya si simple present dan simple past karena dia tidak terbagi menjadi verbal dan nominal sentence.

Nah simple banget kan? It’s the simplest. Memang kalau berangan-angan itu sangat mudah kok hehe

Formulanya seperti berikut:

Affirmative (+) Negative (-) Interrogative (?)
Rara will go to school tomorrow. Rara will not go to school tomorrow. Will Rara go to school tomorrow?
Mr. Duncan and his wife will fly to London next week. Mr. Duncan and his wife won't fly to London next week. Will Mr. Duncan and his wife fly to London next week?

Catatan:

  1. Untuk negative sentence, will+not/won’t.
  2. Kalimat bisa ditambah keterangan waktu seperti tomorrow, next week, next month, etc yang menunjukkan masa akan datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *