Countable VS Uncountable Nouns

Masih ingat dengan yang namanya NOUN? Benar, noun adalah KATA BENDA. Contohnya? Ya semua benda. Bisa barang, tumbuhan, hewan, pun manusia masuk dalam kategori kata benda alias noun ini.

Tapi ingat, sebagai kata benda, noun ada yang bisa dihitung dan ada yang tidak bisa dihitung. Nah, di sinilah Anda belajar mengenai benda yang bisa dihitung atau dalam bahasa Inggrisnya COUNTABLE NOUN dan benda yang tidak bisa dihitung alias UNCOUNTABLE NOUN. Yuk, SIMAK satu-satu!

1. Countable Noun

Sama seperti bahasa Indonesia, benda-benda yang bisa dihitung biasanya dihitung dengan angka. Satu, dua, tiga, dan seterusnya...

Misalnya: a baby --> seorang bayi. Bayi bisa dilihat secara fisik kan? Dan bisa dihitung. Maksudnya kalau ada seorang bayi duduk sendirian berarti kita bisa bilang: a baby. Kalau bayi yang duduk di situ ada dua? Ya kita bilang: two babies. Begitu seterusnya.

Countable noun dibedakan menjadi dua, yakni singular (TUNGGAL) dan plural (JAMAK).

Yang bayi berjumlah satu di atas tadi (a baby) termasuk dalam singular atau tunggal alias satu.

Sedangkan yang two babies atau dua bayi termasuk dalam plural alias jamak.

Untuk kata benda tunggal atau singular, biasanya diberi awalan determiner  “a” untuk benda yang pelafalan huruf awalnya konsonan atau mati (seperti huruf: b, c, d, dan lainnya); serta “an” untuk benda yang pelafalan huruf awalnya vokal atau hidup (a, i, u, e, o).  Check the table below:

SINGULAR Example
one baby / a baby I have a baby
one candy / a candy She has a candy
one umbrella / an umbrella He has an umbrella
one uniform / a uniform You have a uniform
one glass / a glass They have a glass

Dan countable noun untuk plural (jamak) diberi akhiran 's' atau 'es' atau 'ies' (untuk penjelasan lebih komplit mengenai aturan plural silakan baca di sini: Singular and Plural Nouns). Contoh:

PLURAL Example
three babies She  has three babies
two candies He has two candies
five umbrellas Sandra has five umbrellas
four uniforms Mr and Mrs Smith have four uniforms
ten glasses We have ten glasses

2. Uncountable Noun

Jika countable noun dipakai untuk benda-benda yang bisa dihitung, maka sesuai namanya uncountable noun digunakan untuk benda-benda yang tidak bisa dihitung dengan angka.

Mengapa benda-benda ini sampai tidak bisa dihitung? Bisa jadi karena jumlahnya terlalu banyak atau bentuknya terlalu kecil. Contohnya seperti gula dan garam. Anda tentu enggan dan mungkin dapat dikatakan mustahil menghitung satu demi satu butirnya, bukan?

Beberapa contoh diantaranya:

  • sugar (gula)
  • salt (garam)
  • water (air)  
  • air (udara)
  • rice (beras/nasi)
  • flour (tepung)

Selain kata benda yang fisiknya terlalu kecil ataupun cair, uncountable noun juga bisa terjadi pada kata benda abstrak (abstract noun). Apa itu? Yaitu kata benda yang tak kasat mata alias tidak bisa dilihat dan tidak memiliki fisik, seperti:

  • education (pendidikan)
  • help (bantuan)
  • beauty (kecantikan)
  • music (musik)
  • feeling (love, hate,...) --> berhubungan dengan perasaan (cinta, benci, dsb)

Dan karena tidak bisa dihitung, uncountable noun biasanya dianggap singular sehingga dipasangkan dengan kata kerja tunggal atau singular verb.

Contoh kalimat:

  • Education is very important for us.
  • Some people say that music is a universal language.
  • Love needs sacrifice.

Meski uncountable noun digunakan dengan kata kerja tunggal, namun dalam penyebutannya tidak ditambahi determinera” atau “ankecuali disertai frase penakar atau pengukur, misalnya:

  • a spoon of sugar  (Contoh kalimat: Can I have a spoon of sugar?)
  • a glass of water  (Contoh kalimat: I want to drink a glass of water.)
  • a kilo of rice  (Contoh kalimat: I want to buy a kilo of rice.)

Frase 'a spoon of..' (sesendok..), 'a glass of..' (segelas..), dan 'a kilo of..' (sekilo..) di atas merupakan penakar atau pengukur. Dan ditempatkan sebelum kata benda intinya.

belajar grammar countable vs uncountable nouns

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *